Rombongan tiba di lapas sekitar pukul 08.00 WIB dan diterima Kepala Lapas Kelas II Narkotika Nusakambangan, Andi Mulyadi, bersama jajaran petugas. Pertemuan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dengan agenda membahas pembinaan warga binaan serta penguatan hubungan kelembagaan antara PPWI dan pihak lapas.
Dalam kunjungan itu, Wilson Lalengke didampingi Wakil Ketua II DPN PPWI Ujang Kosasih, SH, serta Wakil Sekretaris Jenderal PPWI Julian Caisar. Sementara pihak lapas turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Dwi, beserta staf lainnya.
Menurut Wilson Lalengke, kunjungan tersebut juga bertujuan memberikan pendampingan moral kepada keluarga Jekson Sihombing, warga binaan yang saat ini menjalani masa pidana di Lapas Narkotika Nusakambangan.
“Kehadiran kami ingin memastikan kondisi Jekson sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga agar mendapatkan informasi secara langsung,” ujar Wilson.
Dalam rombongan turut hadir ibu kandung Jekson, Relly Pasaribu, neneknya Tiur Simamora, serta adik kandungnya, Arnadeyanti Sihombing. Mereka diberi kesempatan bertemu langsung dengan Jekson di dalam lapas.
Berdasarkan hasil pemantauan keluarga dan tim PPWI, kondisi Jekson disebut dalam keadaan sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik selama pertemuan berlangsung.
Selain melakukan kunjungan keluarga, PPWI juga berdiskusi dengan pihak lapas mengenai sistem pembinaan dan pengamanan yang diterapkan di Nusakambangan. Pihak lapas menjelaskan bahwa saat ini terdapat 12 lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan yang dibagi ke dalam empat kategori pengamanan, yakni super maximum security, maximum security, medium security, dan regular security.
Sistem tersebut diterapkan berdasarkan evaluasi perilaku warga binaan. Narapidana yang dinilai menunjukkan perubahan perilaku positif dapat dipindahkan ke tingkat pengamanan yang lebih rendah, sedangkan pelanggaran berat dapat menyebabkan pemindahan ke lapas dengan pengamanan lebih ketat.
PPWI juga menyampaikan usulan kerja sama dengan media lokal di Cilacap guna mendukung keterbukaan informasi publik terkait pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Di akhir kunjungan, PPWI menyerahkan piagam penghargaan kepada Kalapas Andi Mulyadi sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan informasi dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat serta keluarga warga binaan.
Rombongan PPWI menyeberang menuju Nusakambangan melalui Pelabuhan Wijayapura menggunakan kapal feri Pengayoman milik Kementerian Hukum dan HAM. Setelah kegiatan selesai, rombongan kembali ke Cilacap melalui Pelabuhan Sodong menggunakan kapal nelayan tradisional.
Wilson Lalengke mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kondisi terkini Nusakambangan yang dinilainya lebih tertata dan humanis dibanding stigma yang berkembang di masyarakat selama ini.
“Kami melihat sistem pembinaan berjalan dan kondisi lingkungan lapas cukup baik serta tertata,” katanya. (Tim/red).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (byline Ya' Syahdan).
