(NGABANG), WARTALANDAK.NET- Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak serta tingginya kasus diabetes di Kabupaten Landak saat menghadiri kegiatan Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Ngabang, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, edukasi kesehatan kepada masyarakat perlu terus diperkuat untuk mencegah meningkatnya penyakit akibat pola hidup yang kurang sehat.
Di hadapan para orang tua yang mendampingi anak mengikuti sunatan massal, Karolin mengingatkan agar kebutuhan gizi anak tidak diabaikan. Ia mengatakan, masih banyak anak dan remaja yang mengalami gangguan kesehatan, seperti anemia, akibat pola makan yang tidak seimbang dan minim asupan protein.
"Tolong dijaga, anak-anak diperhatikan makannya. Zaman sekarang banyak jajan, makanan instan juga banyak, jangan makan asal kenyang. Kalau makannya tidak bergizi, asal kenyang, akhirnya pertumbuhan sel-sel badan dan sel otaknya kurang. Nanti sulit untuk menerima pelajaran," ujar Karolin.
Selain menekankan pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak, Karolin juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tingginya angka penderita diabetes di Kabupaten Landak. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian bersama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang beredar di media sosial maupun menggunakan obat-obatan herbal tanpa kepastian dosis. Warga diminta lebih mengutamakan konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh penanganan yang tepat.
"Di Landak ini paling banyak diabetes. Semuanya manis-manis. Jangan minum obat-obatan rebusan herbal yang dosisnya kita tidak tahu. Bisa meracuni ginjal. Tensi tinggi minum obat yang terukur dosisnya dari dokter. Jangan dengar TikTok, medsos, atau kata tetangga soal kesehatan, bertanyalah kepada tenaga kesehatan," tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan Karolin saat meninjau pelaksanaan Sunatan Massal Libur Produktif, Tubuh Sehat bagi Generasi Emas Kabupaten Landak yang digelar Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Ngabang. Sebanyak 35 anak mengikuti kegiatan yang juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Karolin menjelaskan, pelaksanaan kegiatan di Puskesmas Ngabang merupakan strategi pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Meski lokasi pelaksanaan dipusatkan di puskesmas dan tidak lagi mendatangi desa-desa seperti sebelumnya, antusiasme masyarakat tetap tinggi.
"Ini dari pemerintah adalah percobaan. Kalau banyak yang minat, ya ke depan kami lebih siap lagi, karena ini belum pernah kita laksanakan langsung di puskesmas, biasanya kita ke desa-desa. Ternyata karena musim efisiensi anggaran terbatas, akhirnya kita coba buat di puskesmas. Nah, ternyata masih bisa, masih banyak peminatnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Susi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak terhadap kesehatan anak-anak, khususnya dari keluarga yang membutuhkan.
"Kegiatan ini diselenggarakan atas atensi dan inisiasi Ibu Bupati Kabupaten Landak. Hal ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Ngabang dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan," ujar Susi.
Ia menambahkan seluruh peserta telah menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai standar pelayanan sebelum tindakan sunat dilakukan. Setelah tindakan, peserta juga mendapatkan observasi, obat-obatan, edukasi perawatan luka, serta bingkisan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga. Pemerintah Kabupaten Landak berencana menjadikan program sunatan massal dan cek kesehatan gratis sebagai agenda rutin yang akan dilaksanakan di puskesmas-puskesmas lain di wilayah Kabupaten Landak.(Rilis).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
