-->

Tiga Tahun Berjuang, Desa Sejowet Akhirnya Terang: Lisdes Menyala di Momen Kemerdekaan

Foto, listrik masuk Desa Sejowet, moment bahagia di HUT RI ke 81 (dok istimewa).
(SEJOWET, KUALA BEHE) WARTALANDAK.NET— Tangis haru dan sukacita pecah di tengah masyarakat Desa Sejowet. Setelah melalui perjuangan panjang selama tiga tahun, impian warga untuk menikmati penerangan listrik akhirnya menjadi kenyataan.

Tepat pada 6 Agustus 2026, di tengah semangat menyambut bulan kemerdekaan, listrik desa (Lisdes) resmi menyala dan menerangi kehidupan masyarakat Desa Sejowet.

Momen bersejarah tersebut terasa semakin istimewa karena penyalaan Lisdes bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Desa Sejowet, Siel, S.Pd., yang ke-35 tahun. Hadirnya listrik menjadi hadiah istimewa bukan hanya bagi sang kepala desa, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang selama ini menantikan hadirnya listrik di wilayah mereka.

Perjalanan menghadirkan listrik ke Desa Sejowet bukanlah perkara mudah. Perjuangan tersebut telah dimulai sejak Juni 2023 dan baru membuahkan hasil pada Agustus 2026. Selama kurang lebih tiga tahun, berbagai proses, tantangan, kendala, serta dinamika harus dilalui hingga akhirnya cahaya listrik benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Jalan panjang tersebut ibarat melewati arus yang begitu deras. Namun, berbekal tekad, kesabaran, dan perjuangan yang tidak pernah surut, satu demi satu rintangan akhirnya dapat dilalui. Hingga tiba pada waktunya, apa yang selama ini diperjuangkan berubah menjadi kenyataan: Desa Sejowet kini terang.

Bagi masyarakat, nyalanya listrik bukan sekadar cahaya yang menerangi rumah-rumah pada malam hari. Lebih dari itu, listrik menjadi simbol hadirnya pemerataan pembangunan, terbukanya peluang baru, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap masa depan desa.

Semboyan “Desa Sejowet Terang” yang selama ini digaungkan pun akhirnya bukan lagi sekadar slogan. Pada 6 Agustus 2026, semboyan tersebut benar-benar menjadi kenyataan.

Perjuangan untuk Pemerataan Hak

Kepala Desa Sejowet, Siel, S.Pd., mengatakan bahwa hadirnya listrik di Desa Sejowet merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan pemerataan hak bagi seluruh warga negara.

“Mimpi saya adalah adanya pemerataan hak bagi seluruh warga negara dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa yang dinikmati masyarakat di kota, kiranya juga dapat dinikmati oleh masyarakat yang berada di pedalaman dan pelosok negeri,” ungkapnya.

Menurut Siel, perjalanan menuju terwujudnya Lisdes selama tiga tahun bukanlah perjuangan yang ringan. Berbagai dinamika dan tantangan harus dilewati. Namun, ia meyakini bahwa setiap perjuangan akan menemukan jawabannya pada waktu yang tepat.

“Kami melewati arus yang begitu deras, tetapi Puji Tuhan, semua perjuangan itu akhirnya boleh terjawab. Terang itu datang pada waktunya. Hari ini kita melihat sendiri bahwa apa yang selama ini kita perjuangkan bersama akhirnya menjadi kenyataan,” tambah Siel.

Ia berharap hadirnya listrik dapat menjadi awal dari semangat baru bagi masyarakat Desa Sejowet. Terangnya lampu di malam hari diharapkan membawa terang pula bagi pendidikan anak-anak, aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan sosial dan pembangunan desa.

Harapan Baru dari Warga

Kebahagiaan juga dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Sejowet. Salah seorang warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya hingga listrik akhirnya dapat dinikmati masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berbahagia. Penantian selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Selama ini kami hanya bisa berharap dan berdoa agar listrik dapat masuk ke desa kami, dan hari ini kami menyaksikan langsung lampu menyala di rumah-rumah kami. Ini merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran listrik tidak hanya menerangi Desa Sejowet pada malam hari, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Semoga dengan adanya listrik ini, anak-anak kami semakin terbantu dalam belajar pada malam hari, kegiatan ekonomi masyarakat dapat berkembang, dan kesejahteraan warga semakin meningkat. Terima kasih kepada Kepala Desa serta seluruh pihak yang telah memperjuangkan hadirnya listrik ini. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.

Warga berharap kehadiran listrik dapat menjadi awal terbukanya akses pembangunan yang lebih luas di Desa Sejowet. Cahaya yang kini menerangi desa diharapkan menjadi simbol dimulainya berbagai kemajuan baru bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Bagi warga Sejowet, malam 6 Agustus 2026 akan menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan sejarah desa. Cahaya yang menyala bukan hanya menerangi rumah dan jalan, tetapi juga menjadi tanda bahwa perjuangan, doa, dan harapan yang terus dipelihara akhirnya dapat berbuah manis.

Desa Sejowet kini benar-benar terang. (*).

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).

 


Share:
Komentar

Berita Terkini