(SENTUT), WARTALANDAK.NET— Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kemandirian nasional. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Presiden menilai ketahanan pangan merupakan syarat utama agar negara tidak bergantung pada pihak lain.
“Swasembada pangan adalah keharusan agar bangsa ini kuat dan berdaulat,” ujar Presiden.
Ia menekankan peran strategis pemerintah daerah karena produksi pangan berada langsung di wilayah. Tanpa dukungan daerah, menurut Presiden, kebijakan nasional sulit berjalan optimal.
Kabupaten Landak menjadi salah satu daerah yang berkontribusi signifikan terhadap sektor pertanian di Kalimantan Barat. Data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar menunjukkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Landak mencapai sekitar 10.972 hektar pada 2025, tertinggi di antara kabupaten dan kota lain di provinsi tersebut.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.
“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Landak. Capaian ini menunjukkan petani kita tetap produktif,” kata Karolin.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sektor pangan melalui berbagai program pertanian, termasuk diversifikasi komoditas. Selain padi, Landak juga mengembangkan kedelai dan ubi kayu sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan tidak bisa hanya bertumpu pada satu komoditas,” ujarnya.
Menurut Karolin, swasembada pangan tidak hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Arahan Presiden menjadi penguat bagi daerah untuk terus fokus menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan,” kata Karolin. (*)
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
