-->

Bupati Karolin Ajak Warga Utamakan Pendidikan Anak dan Perhatikan Gizi untuk Cegah Stunting

Foto, Bupati Karolin Margret Natasa , dalam kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Nyayum , Kecamatan Kuala Behe (dok istimewa).
(KUALA BEHE), WARTALANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak, memastikan anak tetap bersekolah, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe, Rabu (8/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Karolin menyoroti masih tingginya angka stunting di Kabupaten Landak. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi anak yang lebih banyak mengonsumsi makanan instan dan jajanan yang minim kandungan gizi.

Ia meminta para orang tua lebih selektif dalam memilih makanan bagi anak dan mengutamakan bahan pangan lokal yang kaya protein, seperti tahu, tempe, dan kacang hijau.

"Tolong diperhatikan apa yang dimakan anak-anak kita. Zaman modern ini di warung banyak makanan, banyak jajan. Akhirnya anak-anak kita makanannya tidak bergizi. Ditandai dengan apa? Angka stunting kita masih tinggi," kata Karolin.

Untuk memberikan gambaran pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, Karolin mencontohkan pesepak bola dunia Erling Haaland yang memiliki kondisi fisik prima karena menjaga pola makan sejak usia muda. Menurutnya, makanan bergizi tidak selalu identik dengan harga mahal.

"Yang murah-murah, kayak tahu, tempe, kacang hijau, itulah yang bergizi. Yang mahal-mahal belum tentu bergizi," ujarnya.

Selain persoalan gizi, Karolin juga menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan. Ia mengaku prihatin masih adanya anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memilih berhenti sekolah untuk bekerja sebagai penambang emas tanpa izin atau yang dikenal masyarakat dengan istilah dompeng.

Karolin menegaskan pendidikan harus tetap menjadi prioritas meski keluarga menghadapi keterbatasan ekonomi. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal penting bagi anak untuk membangun masa depan yang lebih baik.

"Ini sekarang musim dompeng, pada berhenti sekolah yang SMP-SMP. Biar kaki ke atas kepala ke bawah, orang tua itu pasti pengen anak-anaknya sukses. Salah satu caranya adalah paksa sekolah. Jangan dia berhenti, jangan dia enggak mau sekolah," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Karolin juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa kasus penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, kini mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda.

Karolin meminta masyarakat rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau tenaga medis dan tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang belum terverifikasi dari media sosial.

"Kalau ada persoalan kesehatan jangan percaya TikTok, jangan percaya kata tetangga. Terus jangan merasa, 'Ah enggak ada rasa apa-apa Bu biasa aja'. Pada waktunya badannya akan menyerah. Jadi saya ingin agar orang Landak itu sehat semua, panjang umurnya," pungkasnya. (*).

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).

Share:
Komentar

Berita Terkini