(SENGAH TEMILA), WARTALANDAK.NET – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyoroti tingginya angka anemia pada remaja putri di Kecamatan Sengah Temila saat membuka kegiatan safari pelayanan kesehatan berupa sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sengah Temila tersebut menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan keliling yang menyasar anak-anak selama masa libur sekolah serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Karolin mengungkapkan bahwa data dari Puskesmas Sengah Temila menunjukkan masih banyak remaja putri mengalami anemia akibat kurangnya asupan gizi yang berkualitas.
"Data dari Puskesmas Sengah Temila cukup mengejutkan. Banyak remaja putri mengalami anemia. Secara fisik terlihat sehat, tetapi ketika berdiri lama di bawah terik matahari bisa pingsan karena kualitas gizinya kurang baik. Karena itu, makan jangan sekadar kenyang, tetapi harus bergizi," ujarnya.
Karolin mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pemenuhan gizi anak, terutama kebutuhan protein pada masa pertumbuhan. Menurutnya, investasi terhadap kesehatan dan pendidikan anak menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain persoalan gizi, Karolin juga mengajak masyarakat memastikan anak-anak tetap mengenyam pendidikan hingga jenjang minimal sekolah menengah atas.
Ia menilai pendidikan berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan di masa mendatang.
"Anak-anak harus sekolah minimal sampai SMA. Pendidikan menjadi bekal agar mereka mampu berkembang dan memiliki daya saing di masa depan," katanya.
Pada kesempatan itu, Karolin juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
"Kalau kendaraan rutin diservis supaya tetap baik, tubuh kita juga perlu diperiksa secara berkala. Jangan menunggu sakit baru datang ke fasilitas kesehatan. Gunakan kesempatan pemeriksaan gratis ini sebaik-baiknya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Susi, mengatakan kegiatan sunatan massal tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Peserta berasal dari wilayah kerja Puskesmas Sengah Temila, Pahauman, dan Sidas.
Awalnya, program tersebut menargetkan 100 peserta. Namun setelah melalui proses pendaftaran dan skrining kesehatan, sebanyak 90 anak dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani tindakan sirkumsisi.
"Seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari hasil skrining, sebanyak 90 anak memenuhi persyaratan medis dan dapat mengikuti tindakan sirkumsisi hari ini," ujar Susi.
Ia memastikan seluruh prosedur sunatan dilaksanakan sesuai standar operasional medis oleh tenaga kesehatan. Setelah tindakan, peserta menjalani observasi, menerima obat-obatan, edukasi perawatan luka, serta bingkisan dari Pemerintah Kabupaten Landak.
Menurut Susi, pelayanan kesehatan gratis tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan rutin dan pemenuhan gizi yang seimbang.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
