-->

Menteri Transmigrasi Jalin Silaturahmi dengan PB Mathla’ul Anwar di Serang

Foto, penyerahan buku pendiri Mathla'ul Anwar dari Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief (ketiga, kanan) kepada Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (keempat, kiri)  di kediaman Ketua Umum PBMA di Serang Banten, Kamis 11 September 2025 (Foto: Humas PBMA).

(SERANG), WARTALANDAK.NET – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), KH Embay Mulya Syarief, di Serang, Banten, Kamis (11/9/2025).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Menteri Iftitah menyampaikan komitmennya untuk bersinergi dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam membangun bangsa, khususnya di bidang pendidikan serta sosial kemasyarakatan.

Putra daerah Pandeglang yang lahir dari keluarga birokrat itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Mathla’ul Anwar. Ia masih mengingat pengalamannya saat pertama kali berkunjung ke Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten pada 1999, ketika ikut mengisi kegiatan mahasiswa bersama almarhum Ekky Syahruddin, tokoh gerakan 1966.

“Transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan penduduk, tetapi memindahkan pusat pertumbuhan. Pemerintah ingin membangun pusat ekonomi dan pendidikan di daerah transmigrasi agar kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” jelasnya.

KH Embay Mulya Syarief menyambut baik niat tersebut. Ia menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar sejak awal berdiri pada 1916 adalah milik umat, bukan milik perseorangan. “Kami selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin berjuang bersama umat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Amanah PBMA, KH Sadeli Karim, mengingatkan kembali semangat pendiri organisasi bahwa Mathla’ul Anwar dibangun untuk kepentingan umat. Sementara Wakil Ketua Majelis Amanah, Prof. Saiful Mujani, menilai adanya banyak titik temu antara nilai perjuangan Menteri Iftitah dengan visi Mathla’ul Anwar.

“Perhatian beliau kepada Mathla’ul Anwar merupakan pengakuan bahwa ormas Islam ini tetap konsisten menjadi wadah pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial,” tutur Prof. Saiful.

Di akhir pertemuan, sejumlah pengurus PBMA turut hadir, di antaranya Dr. Ali Nurdin, Drs. Moh Babay Sujawandi, dan Drs. H. Mohammad Zen. Acara ditutup dengan doa bersama serta penyerahan buku tentang pendiri Mathla’ul Anwar kepada Menteri Iftitah.

Kini, Mathla’ul Anwar yang berpusat di Pandeglang, Banten, telah berkembang pesat dengan jaringan di 32 provinsi, termasuk Kalimantan Barat dan Papua. Ormas Islam yang berdiri lebih dari satu abad itu mengelola sekitar 2.000 lembaga pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten sebagai salah satu pilar utamanya.

Rilis.

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).





Share:
Komentar

Berita Terkini