(NGABANG ), WARTALANDAK.NET– Kamis (2/10/2025) menjadi hari penting bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Landak. Bertempat di kantor Bupati Landak, dilakukan penandatanganan kontrak cetak sawah seluas 143 hektar di wilayah Kecamatan Ngabang, Sengah Temila, Mandor dan Sompak. Penandatanganan kontrak ini dilakukan oleh Dandim 1210/Landak, Letkol Kav Andy Setio Untoro, S.H., M.Han, bersama Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Kabupaten Landak, Florentius Supriyadi, S.P., M.Si.
Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, M.H., turut hadir menyaksikan prosesi tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas langkah nyata yang dilakukan, yang diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, cetak sawah ini bukan sekadar program, melainkan wujud komitmen bersama untuk mendorong kemandirian pangan di Landak.
Dandim 1210/Landak, Letkol Kav Andy Setio Untoro, menegaskan bahwa cetak sawah ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Semoga dengan adanya lahan baru ini, masyarakat bisa lebih berdaya dalam mengelola sawah, meningkatkan hasil panen, dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Prosesi penandatanganan juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Kepala DPMD Kabupaten Landak Mardimo, S.E., M.E., Kepala DPPKP Sahbirin, S.T., M.T., serta Kajari Landak, Muhamad Ruslan, S.H., M.H. Kehadiran mereka menandai dukungan lintas sektor dalam upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Cetak sawah seluas 143 hektar di wilayah empat kecamatan dimaksud diharapkan menjadi awal yang baik untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi padi, tetapi juga membuka ruang kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat fondasi ketahanan pangan di Kabupaten Landak.
Dengan kerja sama dan sinergi yang kuat, optimisme tumbuh bahwa Landak mampu berdiri tegak sebagai salah satu daerah penopang pangan di Kalimantan Barat. (1210/Ldk).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya'Syahdan).
