(NGABANG), WARTALANDAK.NET– Program penanganan stunting melalui Pusat Pemulihan Gizi (PPG) Kabupaten Landak mulai menunjukkan hasil nyata. Sejumlah balita dengan kondisi gizi buruk dan gizi kurang yang menjalani perawatan di fasilitas tersebut mengalami peningkatan berat badan serta perbaikan status gizi.
Penanggung Jawab Gizi PPG Kabupaten Landak, Tri Hidayat, menyampaikan bahwa sejak mulai beroperasi sekitar dua bulan lalu, PPG telah menangani empat balita. Dua di antaranya sempat menjalani perawatan intensif dan menunjukkan perkembangan signifikan.
“Setelah menjalani perawatan, berat badan anak-anak meningkat dan status gizinya membaik. Ini menunjukkan intervensi yang kami lakukan berjalan efektif,” kata Tri Hidayat, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pasien bernama Jason mengalami kenaikan berat badan dari 7,6 kilogram menjadi sekitar 8,5 kilogram dan kini telah masuk kategori gizi baik berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan. Pasien lainnya, Meko, juga mengalami peningkatan berat badan dari 10,9 kilogram menjadi 11,3 kilogram meski sempat mengalami fluktuasi saat kembali menjalani rawat jalan.
Menurut Tri, PPG dirancang tidak hanya sebagai tempat pemulihan gizi, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi orang tua. Selama pendampingan, keluarga pasien dibekali pengetahuan tentang pola makan anak, kebersihan diri, hingga pengolahan makanan bergizi.
“Perubahan perilaku orang tua menjadi salah satu indikator keberhasilan. Kami melihat kebiasaan hidup bersih dan pola asuh anak mulai diterapkan di rumah,” ujarnya.
Tri menambahkan, mekanisme rujukan pasien dilakukan melalui Puskesmas sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Balita dengan status gizi buruk atau tidak mengalami kenaikan berat badan selama tiga bulan berturut-turut dapat dirujuk ke PPG dengan kondisi kesehatan yang stabil.
Seluruh pembiayaan operasional PPG ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Landak dan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam percepatan penurunan angka stunting.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan kehadiran PPG bertujuan memberikan pendampingan menyeluruh kepada anak dan orang tua. Selain pemberian intervensi gizi, orang tua juga mendapatkan edukasi terstruktur terkait jadwal makan, konsumsi susu khusus, serta pola hidup bersih dan sehat.
“Kami ingin orang tua memiliki pemahaman yang baik agar perbaikan gizi anak dapat dipertahankan setelah kembali ke rumah,” ujar Karolin.
Salah seorang orang tua pasien, Deva Sustri, mengungkapkan anaknya mengalami peningkatan berat badan setelah menjalani perawatan di PPG. Ia juga mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang perawatan dan pemenuhan gizi anak.
“Sekarang saya lebih paham bagaimana mengatur makan anak dan menjaga kebersihan,” katanya.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
