-->

Bupati Karolin Tekankan Pentingnya Air dan Irigasi

Foto, Bupati Karolin Margret Natasa, tanam padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 milik Kelompok Tani Semata Tani Andalan di Beguruh, Dusun Semata, Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalbar (dok istimewa).
(NGABANG), WARTALANDAK.NET — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan pentingnya ketersediaan dan pengelolaan air dalam mendukung keberhasilan program pertanian, khususnya pengembangan sawah rakyat di Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, Rabu (8/4/2026).


Hal itu disampaikan Karolin saat menghadiri kegiatan tanam perdana padi di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 milik Kelompok Tani Semata Tani Andalan di Beguruh, Dusun Semata. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

Menurut Karolin, keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada semangat petani dalam menanam, tetapi juga harus ditopang oleh sistem irigasi yang baik dan infrastruktur pendukung di lapangan.

“Sawah itu harus ada air, dan airnya harus bisa diatur. Kalau tidak, panen bisa gagal,” ujarnya.

Ia berharap adanya penguatan koordinasi lintas sektor agar lahan yang telah dicetak benar-benar produktif dan memberikan hasil optimal bagi masyarakat.

Karolin juga menilai sektor pertanian berpotensi membuka peluang ekonomi baru di desa. Jika dikelola dengan baik, sektor ini diyakini dapat mendorong masyarakat yang merantau untuk kembali ke kampung halaman.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta pemerintah desa dan kecamatan melakukan pendataan ulang kelompok tani. Validasi data dinilai penting agar bantuan pertanian, termasuk alat dan sarana produksi, tepat sasaran dan diterima oleh kelompok yang aktif.

“Data kelompok tani harus sesuai kondisi di lapangan. Jika perlu digabung agar lebih efektif, silakan dilakukan,” katanya.

Selain itu, Karolin mendorong petani untuk mulai mendokumentasikan kondisi lahan secara berkala, terutama saat terjadi perubahan debit air. Dokumentasi tersebut dinilai dapat membantu tenaga teknis dalam menganalisis permasalahan di lapangan secara lebih akurat.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalbar, Anjar Suprapto, mengatakan tanam perdana dilakukan di lahan seluas 16 hektare dari total 107,9 hektare program CSR di Kabupaten Landak. Ia menekankan pentingnya percepatan penanaman agar lahan tidak kembali ditumbuhi gulma.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Semata Tani Andalan, Nikolaus Supin, mengungkapkan proses pembukaan lahan hingga penanaman tidak mudah. Ia mengaku telah beberapa kali membiayai rapat kelompok secara pribadi, termasuk mendatangkan alat dan mesin pertanian tanpa membebani anggota.

“Rapat hampir 10 kali saya biayai sendiri. Alsintan juga saya bawa dengan biaya pribadi,” ujarnya.

Kegiatan tanam perdana ini diharapkan menjadi awal peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (byline Ya' Syahdan).

Share:
Komentar

Berita Terkini