(NGABANG), WARTALANDAK.NET– Bupati Landak Karolin Margret Natasa menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga, ekonomi, hingga lingkungan saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang Salib Suci Ngabang, Sabtu (11/4/2026).
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang itu, Karolin menyebut peran perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama dalam membangun ketahanan keluarga.
“Peran wanita dalam keluarga menjadi tanggung jawab utama, bagaimana kita membesarkan dan mendidik anak-anak,” ujarnya.
Konfercab tersebut mengusung tema peningkatan peran perempuan melalui pemberdayaan untuk mewujudkan kesejahteraan. Kegiatan ini juga menjadi forum tertinggi di tingkat cabang untuk membahas program kerja serta memilih kepengurusan baru masa bakti 2026–2029.
Ketua panitia pelaksana, Aeni, mengatakan konferensi diikuti puluhan peserta yang terdiri dari pengurus cabang, panitia, dan perwakilan ranting. Selain membahas agenda organisasi, forum ini juga menjadi ruang evaluasi dan perencanaan ke depan.
Sementara itu, Ketua Presidium DPD WKRI Kalbar, Agnes Wahyurini W, menegaskan bahwa WKRI yang telah berusia lebih dari satu abad diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah, masyarakat, dan gereja.
Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian organisasi, seperti korupsi, kemiskinan perempuan dan anak, lingkungan hidup, serta perkembangan teknologi. Salah satu program konkret yang dijalankan adalah Rumah Belajar bagi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar.
Dalam arahannya, Karolin tidak hanya membahas peran perempuan dalam keluarga, tetapi juga menyinggung persoalan yang dihadapi sehari-hari, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ekonomi keluarga, hingga pengelolaan sampah.
Ia mengungkapkan pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas perlindungan bagi korban kekerasan perempuan dan anak, termasuk rumah aman (safe house).
Selain itu, Karolin juga menyoroti tantangan pelaku UMKM, terutama terkait tingginya biaya distribusi produk ke luar daerah yang kerap tidak sebanding dengan hasil penjualan.
Di sektor lingkungan, ia mengingatkan pentingnya kesadaran dari tingkat rumah tangga untuk mengurangi sampah, terutama plastik yang sulit terurai.
“Ayo kita mulai memilah sampah dari rumah. Kalau belanja, bawa kantong sendiri,” katanya.
Karolin berharap langkah-langkah sederhana tersebut dapat menjadi awal perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Rilis.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (byline Ya' Syahdan).

