(NGABANG), WARTALANDAK.NET – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Kabupaten Landak yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Landak, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong, pemasangan rompi, dan kartu identitas kepada petugas Sensus Ekonomi 2026. Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, perbankan, BUMN, BUMD, serta para petugas sensus.
Dalam sambutannya, Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
“Pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan perkiraan. Perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran harus didukung oleh data yang kuat, akurat, dan terkini,” ujar Karolin.
Menurutnya, melalui Sensus Ekonomi 2026 pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah, karakteristik usaha, hingga potensi sektor-sektor unggulan yang dapat dikembangkan.
“Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan berbagai indikator ekonomi daerah, termasuk melihat sektor-sektor yang menjadi penggerak utama perekonomian Kabupaten Landak dan potensi investasi yang perlu dikembangkan,” katanya.
Karolin juga menilai hasil sensus nantinya dapat digunakan untuk merancang berbagai program pemberdayaan masyarakat, penyaluran bantuan, pelatihan, hingga pengembangan sumber daya manusia yang lebih tepat sasaran.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang benar kepada petugas lapangan.
“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak, saya mengimbau agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada keterbukaan dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Landak, Fahmi Ali Hasymi Juliansyah, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan menjadi program prioritas pemerintah.
“Sensus Ekonomi 2026 sangat penting karena menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Fahmi mengungkapkan, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dibandingkan sensus sebelumnya. Selain mendata pelaku usaha, petugas juga akan melakukan pemutakhiran data kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Meski suatu rumah tangga tidak memiliki usaha, tetap akan dilakukan wawancara terkait kondisi sosial ekonominya,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, BPS Kabupaten Landak melibatkan sebanyak 352 petugas lapangan yang telah mengikuti pelatihan pada 12 hingga 14 Juni 2026. Pendataan berlangsung selama sekitar dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Selain itu, pendataan kali ini dilakukan secara digital menggunakan aplikasi berbasis Android sehingga tidak lagi menggunakan formulir kertas.
Fahmi juga meminta dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi, organisasi, dan pelaku usaha agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan terbuka, memberikan data yang benar, dan tidak perlu khawatir karena kerahasiaan data dijamin oleh undang-undang,” pungkasnya.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Landak bersama BPS berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Byline Ya' Syahdan.

