(MEMPAWAH HULU/), WARTALANDAK.NET— Deteksi dua titik panas (hotspot) di Desa Bilayuk, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, langsung ditindaklanjuti personel Babinsa Koramil 1210-02/Mempawah Hulu dengan melakukan pemantauan dan pengecekan lapangan, Senin (24/8/2026).
Dua titik hotspot tersebut terpantau dengan klasifikasi medium dan berada di area lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Temuan ini menjadi perhatian personel TNI untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api.
Sebanyak empat personel Babinsa dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Dengan menggunakan empat unit kendaraan roda dua, personel menyisir lokasi yang terindikasi memiliki titik panas serta sejumlah kawasan lain yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan apakah titik panas tersebut berkaitan dengan adanya kebakaran atau kondisi lain yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Langkah cepat ini menjadi bagian dari deteksi dini dalam upaya mencegah Karhutla meluas.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Warga diminta turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran.
Patroli dan pemantauan wilayah akan terus dilakukan, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap potensi kebakaran yang muncul.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari sinergi TNI bersama Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah Kabupaten Landak.
Dengan deteksi dini dan respons cepat, potensi kebakaran diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (1210/Ldk).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
