-->

Pemkab Landak Tangguhkan Pembukaan Lahan, Warga Diminta Hentikan Pembakaran

Foto, Bupati Karolin Margret Natasa, saat keterangan pers terkait cuaca buruk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (dok istimewa).
(NGABANG), WARTALANDAK.NET— Pemerintah Kabupaten Landak menangguhkan sementara pembukaan lahan dengan cara membakar yang selama ini masih diperbolehkan secara terbatas melalui aturan kearifan lokal. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dan kualitas udara yang mulai memburuk.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, penangguhan dilakukan setelah Pemkab Landak menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimcam, hingga perangkat desa.

“Kita melihat perkembangan situasi hari ini asap cukup tebal, kualitas udara juga mulai memburuk,” ujar Karolin, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah saat ini memperkuat sosialisasi Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup mengenai moratorium pembakaran hutan dan lahan. Aparatur kecamatan dan desa diminta aktif mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Karolin menegaskan, kebijakan pembukaan lahan berbasis kearifan lokal dengan luas maksimal dua hektare ditangguhkan sampai kondisi cuaca kembali memungkinkan.

“Ya, ditangguhkan sementara. Melihat situasi dan perkembangan bahwa ini semakin tidak terkendali,” tegasnya.

Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Landak turut dipengaruhi minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Pemkab Landak pun mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Salah satu upaya yang diharapkan dapat dilakukan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu mendatangkan hujan dan mengurangi kepungan asap.

“Mudah-mudahan hujan bisa segera turun atau modifikasi cuaca bisa dilakukan sehingga asap ini bisa kita atasi,” kata Karolin.

Pemkab Landak juga memantau dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan. Jika kualitas udara terus memburuk hingga masuk kategori berbahaya, dinas terkait akan mempertimbangkan pengalihan kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke pembelajaran daring dari rumah.

Karolin meminta seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa bersama masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mencegah munculnya titik panas baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kondisi kabut asap semakin parah di Kabupaten Landak. (*).

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).

Share:
Komentar

Berita Terkini