(NGABANG), WARTALANDAK.NET— Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin memburuk menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menghindari risiko gangguan kesehatan.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan imbauan tersebut saat menghadiri Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama jajaran pemadam kebakaran (Damkar) di Lapangan Bardan, Kabupaten Landak, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Karolin, kondisi udara saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Peningkatan titik api dalam beberapa hari terakhir membuat kualitas udara di sejumlah wilayah semakin buruk.
"Tingkat racun yang beredar dalam asap ini sudah masuk ke garis merah, sudah di bawah sedikit lagi mencapai pada garis bahaya," ujar Karolin.
Karena kondisi tersebut, Karolin meminta kegiatan perayaan kemerdekaan yang dilakukan di luar ruangan dipersingkat.
Ia mengatakan langkah itu perlu dilakukan tanpa mengurangi semangat masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 RI.
"Kami tetap berpesan agar kita memperpendek acara, mempersingkat aktivitas di luar ruangan sehingga ini tidak menjadi sesuatu yang membahayakan bagi kita semua," katanya.
Karolin juga mengungkapkan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Barat menjadi perhatian pemerintah pusat. Presiden disebut telah tiba di Pontianak pada Sabtu pagi untuk memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla.
Di Kabupaten Landak, Karolin telah menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran lahan.
Pemkab Landak juga menyiapkan langkah antisipasi dengan mengupayakan pembagian masker kepada masyarakat dan peserta pawai kendaraan Damkar.
Apresiasi Relawan Damkar
Di tengah ancaman kabut asap, Karolin memberikan apresiasi kepada para relawan pemadam kebakaran yang tetap bertugas menangani titik-titik kebakaran.
Ia menilai tugas para petugas Damkar memiliki risiko tinggi karena mereka harus mendekati sumber api ketika masyarakat justru berupaya menjauh.
"Pada saat masyarakat menghadapi musibah kebakaran, kalau orang lain lari, petugas dan relawan itu malah larinya menuju ke arah api," ucapnya.
Namun, Karolin mengingatkan agar keselamatan petugas tetap menjadi prioritas selama proses pemadaman berlangsung.
Sementara itu, Ketua Panitia Semarak HUT ke-81 RI, Rio Candra Halim, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antarpersonel Damkar di Kabupaten Landak.
Kegiatan tersebut melibatkan BPBD, TNI-Polri dan belasan yayasan Damkar swasta. Selain pawai kendaraan, panitia juga menggelar lomba ketangkasan bagi anggota pemadam kebakaran.
Rio menyebut seluruh kegiatan dilaksanakan melalui semangat gotong royong. Pendanaan berasal dari swadaya anggota serta dukungan pengusaha di lingkungan Pasar Ngabang.
"Kami berharap semangat kemerdekaan ini kian membakar semangat kita dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat, tanggap kepada masyarakat," pungkasnya (*).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan/).
