(NGABANG), WARTALANDAK.NET- Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Landak, sudah menyediakan perangkat perawatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang dimiliki Kelompok Tani yang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten Landak. Menurut Sahbirin, Kadis Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan, terdapat 4061 unit Alsintan yang dimiliki petani, 667 unit diataranya mengalami kerusakan. Perlu diperbaiki dan Dinas sudah menyiapkan perangkat bersama tenaga teknisi untuk turun langsung ke petani guna memperbaiki dan perawatan Alsintan tersebut.
Lanjut Sahbirin, terkait dengan legalitas bengkel berjalan inipun sudah disiapkan payung hukumnya yang nanti akan di SK kan oleh Bupati Landak.
Sahbirin menyatakan," Kenapa bengkel Alsintan berjalan ini perlu, karena berdasarkan data, Kabupaten Landak menduduki peringkat pertama produksi padi di Kalimantan Barat. " Oleh sebab itu , " ulas Sahbirin, upaya mempertahankan produksi padi di Kabupaten Landak, maka dipandang perlu Alsintan yang dimiliki petani harus dapat bekerja secara optimal, dan Alsintan nya perlu perawatan.
Sahbirin mengingatkan, jumlah Alsintan di Kabupaten Landak cukup signifikan, yaitu 4061 unit, tersebar di 156 desa di 13 kecamatan. Dari 4061 unit ini terdapat 667 unit Alsintan yang mengalami kerusakan persentasenya cukup besar 16, 4%. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap produksi padi di Kabupaten Landak.
" Pak Bupati sudah dua kali membuat video, tentang kondisi tanaman padi di Kabupaten, Landak" papar Sahbirin. Bupati mendukung bengkel berjalan /berlian. Dengan manfaat yang sangat besar dari bengkel berjalan untuk merawat dan memperbaiki Alsintan yang dimiliki petani. Dalam jangka panjang akan berdampak kepada meningkatkannya produksi padi. Secara umum meningkatkan pendapatan asli daerah, secara khusus meningkatkan penghasilan para petani padi di Kabupaten Landak." Membantu petani adalah perbuatan yang sangat mulia. Meningkatkan produksi padi guna ketercukupan pangan di Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat dapat terpenuhi tanpa kendala apapun, maka Alsintan harus dapat berfungsi secara optimal, maka perlu perawatan,
" ucap Sahbirin.
Dukungan komitmen perawatan Alsintan juga dilakukan Kelompok Tani Nelayan Andalah (KTNA), yang disampaikan secara kolektif oleh Ketua KTNA, Bang Galor. Menurutnya Alsintan yang dimiliki petani sangat membantu petani dalam mengolah lahan sawah. Sebelumnya dikelola secara manual, kini menggunakan Alat Mesin Pertanian ( Alsintan), produksi padi petani meningkat dari pengelolaan secara manual .
Galor menyatakan bahwa memang seharusnya Alsintan itu mendapat perawatan dan perbaikan. Kalau Alsintan nya rusak maka produksi padi akan turun. " Agar hal itu tidak terjadi, " Galor bersama KTNA mendukung Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan untuk melakukan perawatan dan perbaikan terhadap Alsintan dimaksud," kata Galor.
Penulis Ya' Syahdan.


