Salah satu tolok ukur kemajuan tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, IPM Kalimantan Barat pada 2024 mencapai 71,19 poin, naik 0,72 poin dari tahun sebelumnya. Selama lima tahun terakhir, laju pertumbuhan IPM provinsi ini rata-rata 0,87 persen per tahun. Meski tren positif terlihat, posisi Kalbar masih berada di bawah rata-rata nasional.
Rinciannya, harapan hidup saat lahir kini berada di angka 73,94 tahun. Harapan lama sekolah mencapai 12,68 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah baru 7,78 tahun. Artinya, masyarakat semakin sehat dan punya peluang belajar lebih lama, namun masih ada pekerjaan besar untuk meningkatkan capaian pendidikan.
Di sinilah peran pendidikan tinggi menjadi kunci. Universitas Terbuka (UT) Pontianak hadir sebagai salah satu pilar penting yang mendorong kemajuan SDM Kalimantan Barat. Dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberi kesempatan belajar bagi siapa saja, tanpa batas usia, lokasi, atau status pekerjaan.
“Geografis Kalbar sangat luas—sekitar 147 ribu km², bahkan lebih besar dari Pulau Jawa—sementara jumlah penduduknya hanya sekitar 5,6 juta jiwa. Pendidikan jarak jauh menjadi solusi yang tepat,” jelas Dr. Romi Siswanto, M.Si, Direktur UT Pontianak.
Model ini memungkinkan mahasiswa yang bekerja tetap bisa melanjutkan kuliah. Biaya yang terjangkau, fleksibilitas waktu, dan materi yang bisa diakses dari mana saja membuat UT menjadi pilihan strategis. Lebih dari sekadar mencetak lulusan, keberadaan UT ikut mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah—salah satu indikator penting IPM.
Dampaknya pun terasa luas. Lulusan pendidikan tinggi umumnya memiliki pendapatan lebih baik, akses kesehatan yang lebih baik, dan peran sosial yang lebih aktif. Bahkan, efeknya menular ke generasi berikutnya: anak dari orang tua berpendidikan tinggi cenderung bersekolah lebih lama.
Dengan ribuan mahasiswa aktif dan alumni yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat, UT Pontianak terus membangun pondasi SDM yang tangguh.
Memperingati HUT ke-80 kemerdekaan, Dr. Romi menegaskan bahwa persatuan bukan hanya berdiri di bawah satu bendera, tetapi juga bergerak bersama memastikan kualitas hidup setara di setiap sudut negeri. “Tantangan kita adalah menjaga momentum, memperluas jangkauan, dan memastikan tidak ada warga Kalbar yang tertinggal dari arus kemajuan,” ujarnya.
Dengan rakyat yang sehat, berpendidikan, dan sejahtera, cita-cita Indonesia Maju bukan lagi sekadar slogan—melainkan kenyataan yang terus diwujudkan.
Penulis Dr.Romi Siswanto,M.Si (Direktur UT Pontianak).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
