Kedatangan Bupati Karolin disambut hangat komunitas pemancing yang dipimpin Rian Saputra. Ia bahkan sempat mencoba melempar kail di sekitar lanting sebelum turun langsung memanen udang galah hasil tangkapan yang disimpan di keramba.
Menurut Karolin, kegiatan sederhana ini membawa pesan penting bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem Sungai Landak dengan menghentikan praktik penangkapan ikan dan udang secara ilegal, seperti penggunaan setrum, racun, atau bahan peledak.
“Kalau kita jaga sungai, maka sungai juga akan menjaga kita. Ia akan terus memberikan manfaat ekonomi dan sumber pangan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Bupati juga menilai potensi Sungai Landak sangat besar, terutama untuk udang galah yang ukurannya cukup besar dan bernilai tinggi di pasaran. Karena itu, ia mendorong agar sungai tidak hanya dijaga kelestariannya, tetapi juga dikembangkan menjadi destinasi wisata memancing.
Ketua Komunitas Pemancing Lancang Kuning, Rian Saputra, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Karolin menjadi penyemangat bagi para pemancing. Menurutnya, kerusakan sungai akibat praktik ilegal maupun kebiasaan membuang sampah sembarangan berdampak langsung terhadap penghasilan nelayan.
“Kalau anak-anak udang mati, otomatis hasil tangkapan berkurang. Karena itu kami rutin berpatroli di sekitar lanting untuk mencegah aktivitas ilegal,” ungkapnya.
Komunitas yang baru terbentuk tiga bulan lalu ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Selain menjual hasil tangkapan, mereka menyewakan perahu untuk para pemancing, dengan tarif mulai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, tergantung ukuran mesin.
Saat ini harga udang galah kualitas A di Sungai Landak bisa menembus Rp170 ribu per kilogram. Hal ini membuat Sungai Landak semakin diminati pemancing, tidak hanya dari Landak, tetapi juga dari Pontianak dan daerah lain di Kalimantan Barat.
“Kalau mau merasakan sensasi mancing udang galah besar, datang saja ke Ngabang. Sungai Landak sudah jadi salah satu favorit para pemancing di Kalbar,” tambah Karolin.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
