-->

Bupati Karolin Kunjungi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Garu

Foto, Bupati Karolin salurkan bantuan kepada warga Dusun Dedayu ,Desa Garu, Kecamatan Mempawah Hulu, yang tertimpa musibah kebakaran (foto istimewa).
(NGABANG), WARTALANDAK .NET— Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meninjau langsung lokasi kebakaran rumah milik warga di Dusun Dadayu, Desa Garu, Kecamatan Mempawah Hulu, Kamis (6/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut menyerahkan berbagai bentuk bantuan kepada korban terdampak.

Peristiwa kebakaran terjadi sehari sebelumnya, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Rumah milik warga bernama Akim dilaporkan ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, namun hampir seluruh bagian rumah dan isinya hangus terbakar.

Bupati Karolin menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang dialami warga tersebut.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Kehadiran kami semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah,” ujar Karolin saat meninjau lokasi kebakaran.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Landak menyalurkan sejumlah bantuan berupa paket sembako, selimut, kasur lipat, perlengkapan rumah tangga, serta bantuan uang tunai.

“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” tambahnya.

Selain kehilangan tempat tinggal, korban juga dilaporkan kehilangan beberapa dokumen penting. Bupati Karolin meminta instansi terkait untuk membantu proses pengurusan kembali dokumen-dokumen tersebut, seperti administrasi kependudukan dan ijazah.

Sementara itu, Akim, pemilik rumah yang terbakar, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati dan pemerintah yang sudah peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Akim menuturkan, saat kebakaran terjadi, di rumah hanya ada istri dan seorang cucunya. Ia menduga api berasal dari korsleting listrik karena ada kabel induk yang digunakan bersama empat kepala keluarga di sekitar rumahnya.

“Saat kejadian cucu saya sedang menonton televisi, tiba-tiba ada api dari atas atap. Untungnya mereka bisa cepat keluar,” katanya.

Untuk sementara, keluarga Akim menempati pondok kecil di belakang rumah yang terbakar sambil menunggu proses perbaikan tempat tinggal mereka. 

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).


Share:
Komentar

Berita Terkini