Pengumuman resmi dari Istana Kerajaan tersebut menyebutkan bahwa penetapan Hari Persatuan mencerminkan komitmen Maroko terhadap kohesi teritorial dan solidaritas nasional, dari kota-kota di utara hingga provinsi-provinsi di selatan. Keputusan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap transformasi historis Gurun Maroko (Sahara Maroko) yang telah menjadi simbol ketahanan, patriotisme, dan pembangunan berkelanjutan bangsa.
“Deklarasi ini merupakan wujud penghargaan terhadap pengorbanan dan kontribusi seluruh rakyat Maroko dalam menjaga keutuhan wilayah dan memperkuat ikatan nasional,” demikian pernyataan Istana Kerajaan, Rabu (6/11/2025).
Dukungan Internasional
Langkah Raja Mohammed VI tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak di luar negeri. Salah satunya datang dari Wilson Lalengke, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), yang memuji keputusan itu sebagai “langkah visioner untuk memperkokoh solidaritas nasional.”
“Saya sepenuhnya mendukung keputusan Yang Mulia Raja Mohammed VI untuk menetapkan Hari Persatuan,” ujar Lalengke dari Jakarta, Kamis (6/11/2025). “Perayaan ini tidak hanya menghormati sejarah dan budaya Gurun Maroko, tetapi juga menjadi pengingat akan kekuatan yang tumbuh dari persatuan. Dari Tangier hingga Laayoune, hari ini akan memperkuat makna nyata dari kesatuan bangsa Maroko.”
Dikenal sebagai advokat hak asasi manusia dan kebebasan pers, Lalengke juga menilai inisiatif simbolis semacam ini penting untuk menumbuhkan kebanggaan nasional dan identitas kolektif, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki dinamika historis tersendiri.
Tokoh asal Indonesia itu sebelumnya menghadiri sidang ke-80 Komite Keempat PBB pada 8 Oktober 2025, di mana ia menyampaikan pidato mengenai hak asasi manusia masyarakat Sahrawi di kamp pengungsi Tindouf.
“Saya berharap deklarasi Raja Maroko ini membawa harapan baru bagi para pengungsi agar dapat kembali ke rumah mereka di wilayah Sahara Maroko dan bergabung kembali dengan saudara-saudari mereka di bagian utara,” tambahnya.
Hari Refleksi dan Perayaan
Peringatan Hari Persatuan Nasional nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan budaya, program pendidikan, dan upacara publik yang menonjolkan keragaman warisan Maroko serta nilai-nilai kebersamaan. Sekolah dan lembaga di seluruh negeri akan didorong untuk mengadakan kegiatan yang memupuk dialog, kesadaran sejarah, dan semangat solidaritas nasional.
Penetapan hari bersejarah ini menjadi bukti nyata visi Maroko yang berorientasi pada masa depan, menegaskan integritas teritorial dan dedikasi negara dalam pembangunan regional yang inklusif.
Dengan hadirnya Hari Persatuan Nasional, Maroko meneguhkan kembali tekadnya untuk membangun masa depan yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan persatuan bagi seluruh rakyatnya.
(PERSISMA/Red).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
