Foto, Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, M.Si, (foto istimewa).
(PONTIANAK), WARTALANDAK.NET— Penerapan Model Kompetensi Guru terbaru mendorong tenaga pendidik di Indonesia memasuki era baru yang menuntut kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang lebih kuat. Sejalan dengan tema Hari Guru Nasional (HGN) 2025, “Guru Hebat, Indonesia Maju,” Universitas Terbuka (UT) menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas guru di seluruh Indonesia.
Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, M.Si, mengatakan bahwa dinamika ruang kelas saat ini menuntut guru bekerja lebih adaptif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. “Siswa datang ke sekolah dengan kemampuan digital tinggi, namun tidak selalu memiliki literasi yang memadai. Guru harus membimbing bukan hanya cara belajar, tetapi juga cara berpikir dan menggunakan teknologi secara bijak,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan itu membuat guru memerlukan ruang belajar baru yang fleksibel dan tidak mengganggu tugas mengajar. Model pendidikan jarak jauh UT menjadi solusi karena memungkinkan guru meningkatkan kualifikasi kapan saja dan di mana saja. UT menyediakan bahan ajar elektronik, tutorial online, hingga sistem ujian berbasis digital yang mudah diakses para pendidik.
Penerapan Model Kompetensi Guru 2023 membuat peran UT semakin relevan. Romi menegaskan bahwa UT tidak hanya menyediakan pendidikan tinggi, tetapi juga membantu mengurangi kesenjangan kompetensi antara guru di perkotaan dan wilayah terpencil. “Guru di daerah 3T dapat memperoleh layanan pendidikan yang sama dengan guru di kota besar. Ini bagian dari upaya pemerataan mutu pendidikan nasional,” katanya.
Seiring meningkatnya penerapan pembelajaran berbasis proyek dan literasi digital di sekolah, banyak guru mengaku mendapat manfaat langsung dari program kuliah maupun pelatihan yang diselenggarakan UT. Kemampuan merancang pembelajaran, memahami karakter siswa, dan memanfaatkan teknologi disebut semakin berkembang.
Romi menambahkan bahwa modernisasi pendidikan tidak harus mahal, tetapi membutuhkan sistem yang inklusif dan berpihak kepada guru. “Transformasi pendidikan hanya mungkin terjadi jika guru diberi akses, kesempatan, dan dukungan yang memadai,” tegasnya.
Di momentum Hari Guru Nasional 2025, UT menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendidik yang terus beradaptasi dan berkomitmen pada mutu pembelajaran. Guru hebat adalah kunci Indonesia maju. "Selamat Hari Guru, " ucap Romi dengan bangga. (Rilis).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya'Syahdan).
