-->

Gedung Baru SMP Alfa Omega Diresmikan, Daya Tampung Jadi Sorotan

Foto, Bupati Karolin saat peresmian SMP Swasta Alfa Omega, Senin, 13/4/2026 (dok istimewa).
(NGABANG), WARTALANDAK.NET — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meresmikan gedung baru SMP Swasta Alfa Omega di Ngabang, Senin (13/4/2026). Peresmian ini sekaligus menegaskan masih tingginya kebutuhan sekolah menengah pertama di Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya, Karolin menyebut kapasitas SMP yang ada saat ini, baik negeri maupun swasta, belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah dasar (SD). Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, masih terdapat sekitar 500 lulusan SD yang belum mendapatkan tempat di SMP negeri.

“Kalau dihitung dari kuota SMP negeri yang tersedia, masih ada sekitar 500-an lulusan SD yang belum terakomodir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah memetakan daya tampung sekolah swasta di berbagai wilayah. Namun, hasilnya menunjukkan kapasitas yang ada belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan. Karena itu, pemerintah mendorong optimalisasi jumlah rombongan belajar agar lebih banyak siswa dapat diterima.

Menurut Karolin, kondisi ini menjadi bukti bahwa penambahan sekolah baru masih diperlukan di Landak, bahkan kebutuhan tersebut belum termasuk jenjang pendidikan menengah atas.

Sementara itu, Ketua Unit YPK KAO, Darlina, mengatakan peresmian gedung baru ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah dimulai sejak 2017 atas usulan para orangtua. Pendirian SMP Alfa Omega baru mendapat persetujuan pembina yayasan pada Desember 2023.

Izin operasional sekolah terbit pada 2024, dan pada tahun ajaran pertamanya SMP Alfa Omega menerima 32 siswa meski belum memiliki gedung sendiri.

“Hari ini menjadi momen yang sangat dinantikan, khususnya bagi murid-murid yang akhirnya bisa menempati gedung baru,” kata Darlina.

Ia menambahkan, kepercayaan orangtua menjadi dorongan bagi yayasan untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan. SMP Alfa Omega diharapkan tidak hanya menjadi alternatif sekolah, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan di Landak.

Dalam kesempatan yang sama, Karolin juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terkait fasilitas fisik, tetapi juga perkembangan teknologi dan arus informasi, khususnya dari media sosial.

Ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan pendidikan karakter di lingkungan sekolah, serta memastikan keamanan lingkungan belajar bagi siswa.

Selain itu, Karolin mengajak pihak sekolah untuk turut berperan dalam membangun kebiasaan positif, seperti memilah sampah sejak dini. Menurutnya, sekolah dapat menjadi pelopor perubahan perilaku di tengah persoalan sampah yang dihadapi masyarakat.

“Sekolah bisa menjadi contoh dalam membentuk kebiasaan baik, termasuk dalam pengelolaan sampah,” pungkas ya 

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (byline Ya' Syahdan).


Share:
Komentar

Berita Terkini