(NGABANG), WARTALANDAK.NET – Bupati Landak Karolin Margret Natasa melantik sejumlah Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak, Rabu (10/6/2026). Dalam pelantikan tersebut, Karolin menekankan sejumlah agenda prioritas yang harus segera ditangani para kepala sekolah, mulai dari penanganan angka putus sekolah hingga peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Karolin menegaskan, berdasarkan ketentuan terbaru dalam Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2025, kepala sekolah tidak lagi hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai manajer yang bertanggung jawab meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
Ia meminta para kepala sekolah yang baru dilantik aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan kecamatan.
“Jangan ada kepala sekolah yang tidak pernah bertegur sapa dengan kepala desa, tidak pernah kenal dengan camatnya, dan lingkungan sekitarnya,” tegas Karolin saat memberikan arahan.
Dalam kesempatan itu, Karolin menyoroti masih adanya angka putus sekolah di Kabupaten Landak. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka putus sekolah di jenjang SD mencapai 0,39 persen, sedangkan di tingkat SMP sebesar 0,26 persen.
Menurutnya, setiap kasus putus sekolah harus ditelusuri dan dilaporkan secara rinci oleh pihak sekolah. Ia meminta kepala sekolah melakukan pendataan secara maksimal untuk mengetahui penyebab siswa tidak melanjutkan pendidikan.
“Tolong nanti dibuat semacam regulasinya, di setiap sekolah yang ada putus sekolah, kepala sekolah membuat laporan lengkap. Ditelusuri ke mana siswanya, mengapa tidak bisa melanjutkan sekolah,” ujarnya.
Karolin juga menegaskan akan memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang tidak melaporkan adanya siswa putus sekolah di wilayah kerjanya.
“Setiap kepala sekolah yang tidak melaporkan dan diketahui ada yang putus sekolah, saya beri SP (Surat Peringatan). Tolong dicatat,” katanya.
Selain persoalan putus sekolah, Karolin menyoroti rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa di Kabupaten Landak. Data menunjukkan kemampuan literasi siswa SD baru mencapai 48,76 persen, sementara numerasi berada di angka 35,79 persen.
Capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata tingkat provinsi maupun nasional. Karena itu, ia meminta para kepala sekolah segera menyusun langkah dan program yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Bagaimana caranya meningkatkan numerasi dan literasi. Walaupun secara nasional memang kita masih belum terlalu baik, tapi paling tidak di Kabupaten Landak harus sama dengan tingkat nasional atau paling tidak dengan tingkat provinsi,” ujarnya.
Karolin turut menyinggung pengelolaan tenaga pendidik di sekolah, khususnya terkait keberadaan tenaga honorer. Ia mengakui masih banyak sekolah yang membutuhkan tenaga pengajar dan terdapat tenaga honorer yang belum berkesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski demikian, Karolin meminta seluruh sekolah tidak menambah tenaga honorer baru dan memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia.
“Kami sangat memahami bahwa tenaga honorer sampai dengan hari ini masih ada, sudah masuk Dapodik juga masih ada, tapi belum bisa tes PPPK. Namun demikian saya berharap agar tenaga honorer ini yang pertama tolong jangan tambah dulu lagi. Optimalkan yang ada,” pungkasnya.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
