(JAKARTA), WARTALANDAK.NET– Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan DPR RI dan DPD RI menggelar Dialog Antar Peradaban Internasional di Gedung Nusantara V DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, konflik kemanusiaan, serta tantangan hubungan antarnegara yang semakin kompleks.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa kondisi global saat ini memerlukan ruang dialog yang lebih kuat, terbuka, dan inklusif guna membangun saling pengertian antarbangsa.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai jembatan peradaban dunia karena memiliki pengalaman panjang dalam merawat nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
“Dialog antar peradaban harus terus diperkuat sebagai sarana membangun kepercayaan, memperluas pemahaman bersama, serta mencari solusi atas berbagai persoalan global yang mengancam perdamaian dunia,” ujarnya.
Forum tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional dan menghadirkan berbagai tokoh nasional, pemimpin agama, akademisi, diplomat, serta perwakilan negara sahabat.
Dalam pertemuan itu, para peserta menyoroti pentingnya kerja sama lintas bangsa, agama, dan budaya sebagai instrumen utama untuk mencegah konflik serta mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Dialog menghasilkan seruan bersama yang menekankan penguatan solidaritas global, penolakan terhadap kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi, serta dukungan terhadap penyelesaian konflik melalui diplomasi dan dialog konstruktif.
MUI berharap forum tersebut semakin memperkuat peran Indonesia sebagai pelopor dialog dan kerja sama lintas peradaban dalam membangun tatanan dunia yang damai, harmonis, dan berkeadilan. (Rilis).
Diterbitkan oleh KalbarPos com (Ya' Syahdan).
