-->

8 Mahasiswa S2 STIK Diterjunkan ke Landak, Fokus Edukasi Warga Cegah Karhutla

Foto, Wakapolres, Kompol Syaiful Bahri, S.I.P, dan PJU, foto bersama mahasiswa program S2 STIK, di ruang BKPM Polres Landak. (dok istimewa).
(NGABANG), WARTALANDAK.NET – Delapan mahasiswa program S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) diterjunkan ke Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, untuk membantu memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kedelapan peserta didik STIK tersebut tiba di Mapolres Landak, Jumat (28/8/2026). Mereka akan bergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Edukasi yang memiliki tugas memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah yang dinilai rawan karhutla.

Pengerahan mahasiswa STIK/PTIK yang merupakan bagian dari Lemdiklat Polri ini menjadi salah satu langkah penguatan penanganan karhutla di delapan wilayah Polda prioritas, termasuk Kalimantan Barat.

Berbeda dengan personel yang terlibat dalam penanganan langsung ketika terjadi kebakaran, Satgas Edukasi lebih diarahkan pada langkah preventif. Para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak karhutla serta pentingnya pencegahan sejak dini.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., menyambut baik penempatan mahasiswa STIK tersebut. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam menekan potensi terjadinya karhutla.

"Kami menyambut baik kehadiran peserta didik STIK di Kabupaten Landak. Kehadiran Satgas Edukasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujar Devi.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran sejak awal.

"Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Kami akan terus mengedepankan edukasi dan mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian karhutla," katanya.

Selama menjalankan tugas di Kabupaten Landak, para mahasiswa STIK akan diarahkan untuk menyambangi dan berinteraksi dengan masyarakat. Materi yang disampaikan antara lain terkait bahaya karhutla, dampak pembakaran lahan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah kebakaran.

Polres Landak juga menyiapkan pendampingan dan koordinasi bagi Satgas Edukasi selama berada di wilayah hukum Polres Landak. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan efektif dan menyasar wilayah yang memiliki potensi kerawanan karhutla.

Dalam kegiatan penerimaan dan pendampingan mahasiswa STIK tersebut turut hadir Wakapolres Landak Kompol Syaiful Bahri, S.I.P., M.Sos., Kabag SDM AKP Teguh Pambudi, S.H., Kasat Binmas Iptu Andreas Quinn Hartono Putra, S.Tr.K., M.H., Kasat Samapta AKP Zulianto, Kasat Lantas Iptu Risandiy Indra Waspada, S.Tr.K., Kabag Log AKP Teguh Supriyadi, Kasat Tahti Iptu Dahroni, S.I.P., serta Kasi Propam Iptu Marantika.

Devi berharap kehadiran Satgas Edukasi dapat memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menekan risiko karhutla di Kabupaten Landak.

"Harapan kami, sinergi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Landak. Pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat harus terus kita tingkatkan," pungkasnya.

Rilis Subsi Penmas Polres Landak.

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).

Share:
Komentar

Berita Terkini