(NGABANG), WARTALANDAK.NET– Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan gedung baru SD Negeri 10 Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Peresmian gedung baru tersebut berlangsung di Gor Indoor Bujakng Nyangko. Dalam kesempatan itu, Karolin menegaskan pendidikan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan suatu daerah.
Menurutnya, pemerintah bersama masyarakat harus memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan agar pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pendidikan ini adalah gerbang menuju kemajuan. Tanpa pendidikan, jangan harapkan suatu daerah itu akan maju. Tanpa pendidikan yang baik, tidak ada negara yang bisa maju,” tegas Karolin.
Selain pembangunan sarana dan prasarana, Karolin meminta para guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter peserta didik saat ini. Ia menilai mayoritas siswa SD saat ini merupakan bagian dari Generasi Alpha yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan informasi.
Karolin mengingatkan para guru agar tidak menggunakan pola pikir generasi terdahulu sebagai pembanding dalam menghadapi anak-anak masa kini.
“Generasi Alpha itu lahir di zaman modern. Jangan coba-coba membandingkan hidupnya Bapak Ibu guru dulu dengan hidupnya mereka. Yang perlu dipelajari adalah bagaimana cara mereka berpikir, bertindak, dan mengolah informasi,” ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi keuangan pemerintah daerah, Karolin memastikan sektor pendidikan tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Landak. Termasuk, kata dia, keberlangsungan ribuan guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Karolin menegaskan Pemkab Landak akan berupaya agar para guru PPPK tidak dirumahkan karena keterbatasan anggaran.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar dunia pendidikan, layanan pendidikan oleh pemerintah itu jangan sampai terganggu dengan adanya dinamika keuangan pemerintah daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak Samsul Bahri mengatakan pembangunan gedung baru SDN 10 Ngabang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar siswa. Hal ini sejalan dengan ketentuan kapasitas kelas yang membatasi jumlah siswa maksimal 28 orang dalam satu rombongan belajar.
“Pembangunan ini bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai anggaran sebesar Rp1.789.021.485,” kata Samsul.
Menurut Samsul, pembangunan berlangsung selama 120 hari kalender. Proyek tersebut mencakup pembangunan delapan ruang kelas baru yang kini telah dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Ia berharap tambahan fasilitas tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi siswa maupun guru.
“Dengan selesainya pembangunan ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih kondusif, sehingga mendukung peningkatan prestasi murid serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” pungkasnya. (*)
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
