-->

Asap Karhutla Makin Pekat, 16 Puskesmas di Landak Catat Udara Berbahaya

Foto, Bupati Karolin bagikan masker kepada warga (dok istimewa).

(NGABANG), WARTALANDAK.NET – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berdampak serius terhadap kualitas udara. Hasil pemantauan pada Senin (14/9/2026) menunjukkan seluruh 16 Puskesmas di daerah itu mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di seluruh Puskesmas berada di atas angka 300. Bahkan, pengukuran di Puskesmas Senakin dan Puskesmas Sebangki menunjukkan konsentrasi polutan mencapai angka 999.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Landak mengambil langkah lebih lanjut dengan memperpanjang status tanggap darurat penanganan karhutla.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 382/BPBD/Tahun 2026 untuk memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari.

"Curah hujan yang menurun drastis telah memicu rentetan kebakaran hutan dan lahan yang sulit dikendalikan. Imbasnya, kualitas udara yang dihirup masyarakat kita saat ini tidak hanya berstatus tidak sehat, tapi sudah masuk ke ambang batas yang sangat berbahaya," kata Karolin, Senin (14/9/2026).

Perpanjangan status tanggap darurat berlaku mulai 15 hingga 21 September 2026. Kebijakan tersebut diambil karena ancaman karhutla dan dampak asap masih terjadi di sejumlah wilayah.

Laporan kebencanaan pada Senin sore mencatat dua titik api baru di kawasan Agak, Kecamatan Sebangki.

Di wilayah lain, penanganan titik api juga terus dilakukan. Petugas di Desa Jelimpo, Kecamatan Jelimpo, dilaporkan telah berhasil menangani titik kebakaran.

Sementara di Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, petugas Damkar Senakin bersama masyarakat masih melakukan upaya pemadaman. Penanganan karhutla juga dilakukan secara bersama-sama di Desa Raba dengan melibatkan perangkat desa dan pihak swasta, termasuk PT Hilton.

Karolin mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat diperlukan agar seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.

"Langkah ini wajib kita ambil agar penanganan di lapangan bisa berjalan lebih cepat, tepat, dan terpadu. Menyelamatkan warga dari kepungan asap adalah prioritas utama kita saat ini," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Landak juga memastikan kebutuhan anggaran untuk penanganan karhutla tersedia. Pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Landak Tahun 2026 melalui Belanja Tidak Terduga, dengan dukungan APBD Provinsi Kalimantan Barat dan Dana Siap Pakai dari BNPB.

Di tengah memburuknya kualitas udara, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Dinas Kesehatan juga mengimbau warga menggunakan masker dan menjaga kecukupan cairan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Pemkab Landak bersama unsur terkait kini terus melakukan pemantauan kualitas udara sekaligus penanganan titik-titik api yang masih muncul di sejumlah wilayah.(*)

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya" Syahdan).

Share:
Komentar

Berita Terkini