(PONTIANAK), WARTALANDAK.NET – Pemerintah Kabupaten Landak menerima 500 paket bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan kepada Bupati Landak Karolin Margret Natasa di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Jumat (18/9/2026).
Landak menjadi satu dari empat kabupaten di Kalbar yang menerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) atau buffer stock. Penyaluran tersebut dilakukan karena wilayah Landak masuk kategori parah terdampak karhutla dan belum mendapatkan intervensi bantuan dari pemerintah pusat.
Karolin mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemprov Kalbar terhadap masyarakat Landak yang terdampak kabut asap.
"Kami berterima kasih dan mengapresiasi gerak cepat Bapak Gubernur Ria Norsan beserta jajaran Pemprov Kalbar. Bantuan ini sangat krusial bagi warga Landak yang saat ini aktivitas dan kesehatannya sangat terganggu oleh dampak kabut asap akibat karhutla," kata Karolin.
Sebanyak 500 paket bantuan yang diterima Pemkab Landak terdiri dari 250 paket permakanan dan 250 paket sandang.
Untuk bantuan pangan, setiap paket secara keseluruhan mencakup 1.250 kilogram beras, 250 kilogram gula, 250 liter minyak goreng, 1.000 kaleng sarden, dan 2.500 bungkus mi instan.
Sementara itu, bantuan sandang terdiri atas 250 selimut, 250 handuk, dan 250 sarung.
Karolin memastikan bantuan tersebut segera dibawa ke Landak untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Hari ini juga logistik langsung kami bawa ke Landak. Tim dari Dinas Sosial dan BPBD Landak sudah memetakan titik-titik kecamatan dan desa yang kondisinya paling parah terdampak kabut asap," ujarnya.
Ia mengatakan pendistribusian akan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat dampak yang dialami masyarakat. Pemkab Landak, kata Karolin, berupaya memastikan bantuan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran.
Selain penyaluran bantuan, Pemkab Landak juga terus melakukan penanganan terhadap titik api yang masih muncul di sejumlah wilayah.
Karolin menyebut dampak karhutla tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas serta perekonomian warga, terutama di tingkat desa.
"Dampak karhutla ini tidak main-main, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi roda perekonomian desa ikut terhambat. Oleh karena itu, selain menyalurkan bantuan pangan untuk meringankan beban warga, fokus utama kami di lapangan saat ini adalah pemadaman titik api secara masif," katanya.
Karolin juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan sementara aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi bagian penting untuk mengendalikan kondisi karhutla.
"Saya mohon pengertian dan kerja sama dari seluruh masyarakat Landak. Mari kita hentikan dulu kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Keselamatan dan kesehatan bersama harus diutamakan," ujarnya.
Pemkab Landak bersama TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni disebut terus melakukan penanganan di lapangan hingga kondisi darurat asap berakhir.
Adapun empat kabupaten yang mendapat penyaluran bantuan logistik pada tahap ini yakni Mempawah, Landak, Sekadau, dan Sanggau.
Pemprov Kalbar juga tengah mengoordinasikan dukungan sarana dan prasarana untuk membantu proses pemadaman karhutla, di antaranya mesin pompa air dan selang yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
