-->

Adat Sedekah Kampung Dusun Sepatah, Adat Tolak Bala'

Foto, ritual adat Sedekah Kampung di Dusun Sepatah Desa Aur Sampuk Sengah Temila Kabupaten Landak (foto Ya' Syahdan).

(NGABANG), WARTALANDAK.NET-  Sabtu, (18/5)2024), warga Dusun Sepatah Desa Aur Sampuk ,Sengah Tiemila, Kabupaten Landak, menggelar ritual adat Sedekah Kampung. Kegiatan adat Sedekah Kampung di komunitas Melayu Dusun Sepatah adalah merupakan tradisi atau sebuah kebiasaan yang dilakukan pasca panen padi di setiap tahun guna menolak bala'  dan penyakit  serta ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang telah diberikan sepanjang tahun, selanjutnya diharapkan nikmat dan limpahan kurnia rezeqi itu akan berlanjut pada tahun -tahun kedepannya. 


Dengan semangat kebersamaan, hikmat dan khusu' , yang dipandu seorang Imam, seluruh warga Dusun / Kampung Sepatah,  bersyukur, meminta kepada Allah SWT, melalui lantunan doa, agar terhindar dari bala' , penyakit,. Dan mengucap syukur atas limpahan rezeqi yang telah diterima selama ini. Mereka pun meminta agar di tahun depan dapat terhindar dari bala' dan penyakit serta memohon agar diluaskan rezeqi.


Kepala Dusun Sepatah, Ya' Syahri Bulan, membenarkan bahwa adat " Sedekah Kampung", adalah sebuah adat kebiasaan yang dilakukan secara turun- temurun oleh leluhur masyarakat Sepatah, sejak beberapa tahun silam, baik dilakukan dalam lingkungan keluarga maupun secara bersama-sama oleh masyarakat kampung atau dusun.

Warisan budaya "Tak Benda", ini wajib dilestarikan sebagai khasanah bangsa, yang di miliki. Merupakan hal yang baik, apalagi kegiatan ini dapat merajut tali silaturahmi sehingga hubungan antar satu dengan lainnya menjadi akrap sebagaimana layaknya saudara dalam satu keluarga. " Kami bersyukur kepada masyarakat dapat melestarikan adat istiadat budaya yang dimiliki, sehingga tidak hilang ditelan masa ," ucap Kadus.

Seirama , seorang tokoh masyarakat Dusun Sepatah, Pak Ida, merasa senang dengan sikap antusias masyarakat yang sangat mencintai adat istiadat budaya, sehingga tidak pupus ditelan masa. Kendati sekarang dihadapkan dengan abad globalisasi yang di dominasi budaya barat, namun masyarakat tetap mencintai dan melestarikan budaya yang mereka miliki .

Penulis Ya' Syahdan.

Share:
Komentar

Berita Terkini