-->

Karolin Hadiri Tumpang Negeri Keraton Ismahayana Landak ke-24: Warisan Budaya yang Menguatkan Silaturahmi dan Persatuan

Foto, Karolin Margret Natasa, menyampaikan kata sambutan dalam acara makan Saprahan, giat Tumpang Negeri ke 24 Tahun 2024 di halaman Keraton Ismahayana Landak (dok Ya' Syahdan).

(NGABANG), WARTALANDAK.NET – Acara Tumpang Negeri Keraton Ismahayana Landak ke-24, digelar sejak Jum'at 20, 21, hingga Minggu, 22 September 2024. Giat ini diawali dengan sedekah Kampung, ziarah ke Makam Raja Abdul Kahar di Desa Munggu, Ngantar Tumpang, Ngayutkan Rakit ke sungai dan hari terakhir makan Saprahan berlangsung meriah di halaman Keraton Ismahayana Landak. Dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan masyarakat, acara ini menjadi ajang silaturahmi serta pelestarian budaya, dengan mengusung tema “Merawat Budaya Negeri dalam Rajutan Silaturahmi”.


Dalam kesempatan ini, Karolin Margret Natasa, salah satu kerabat Keraton Ismahayana yang bergelar Putri Permata Jaya Negeri Ismahayana, turut hadir dan menyampaikan kebanggaannya. Karolin menyatakan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam acara yang kental dengan nuansa kekeluargaan ini. Ia juga mendorong agar tradisi Tumpang Negeri terus dilestarikan dan dipertahankan sebagai salah satu kekayaan budaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian sejak tahun 2017.
Foto, Pangeran Cakre Gusti Agus Kurniawan saat menyampaikan kata sambutan (dok Ya' Syahdan)


Acara makan Saprahan, sebuah tradisi makan bersama yang diwariskan secara turun-temurun, juga dihadiri oleh Kapolres Landak bersama unsur Muspida lainnya, unsur Muspika,OPD terkait ,tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum. Dalam sambutannya, Pangeran Cakre Ismahayana Landak, Gusti Agus Kurniawan, yang mewakili Raja Keraton Ismahayana, menekankan pentingnya menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat. Ia mengajak semua yang hadir untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang dan memperkuat tali persatuan demi keberlangsungan budaya di masa depan.

Tumpang Negeri ke-24 ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, namun juga momentum penting bagi masyarakat Landak untuk semakin memperkokoh hubungan sosial dan identitas budaya. Penjabat Bupati Landak yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Banda Kolaga, menyampaikan bahwa tradisi ini mencerminkan kekayaan dan kekuatan gotong royong yang harus terus dipertahankan.

Acara ditutup dengan harapan agar perayaan ini menjadi berkah bagi semua yang hadir, menguatkan persatuan, dan membawa kedamaian serta kemakmuran bagi masyarakat Landak.

Penulis Ya' Syahdan.

Share:
Komentar

Berita Terkini