Foto, Bupati dr. Karolin Margret Natasa, MH, dan Wakil Ketua DPRD, Ezra Giovani, ST, foto bersama Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Landak (foto istimewa). (NGABANG), WARTALANDak.NET – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Landak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun IBI ke-74 di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan ini dihadiri Bupati Landak Karolin Margret Natasa, jajaran pemerintah daerah, serta ratusan bidan dari 13 kecamatan di Kabupaten Landak.
Acara diawali dengan rangkaian musyawarah dan diskusi strategis, kemudian ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua IBI Landak periode 2020–2025, Liska Karnika. Potongan tumpeng secara simbolis diserahkan kepada Bupati Landak sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol kerja sama erat antara bidan dan pemerintah daerah.
Tema dan Tantangan Profesi Bidan
Mengusung tema nasional “Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Krisis, Menuju Indonesia Emas 2045” serta tema internasional “Midwives: Critical in Every Crisis”, Muscab ini menegaskan peran vital bidan sebagai garda terdepan kesehatan ibu dan anak, termasuk dalam situasi darurat.
Data BKKBN dan Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga akhir 2023 angka kematian ibu (AKI) di Indonesia berada di angka 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi (AKB) sebesar 16 per 1.000 kelahiran hidup. Untuk Landak, AKI tahun 2024 tercatat 72 per 100.000 kelahiran hidup (4 kasus), sedangkan AKB sebesar 8 per 1.000 kelahiran hidup (42 kasus).
Bupati: Bidan Garda Terdepan Pencegah Stunting
Dalam sambutannya, Bupati Karolin menegaskan bahwa bidan memiliki peran kunci dalam upaya pencegahan stunting. Menurutnya, edukasi sejak masa kehamilan terkait gizi, perawatan ibu hamil, hingga persiapan persalinan yang sehat adalah langkah awal memutus rantai stunting di Landak.
“Bidan adalah mitra utama ibu. Pencegahan stunting dimulai sejak ibu mengandung, dengan edukasi yang tepat,” ujar Karolin. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan kepala desa, tokoh adat, hingga keluarga, untuk memastikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Jumlah Bidan dan Dukungan Pemerintah
Berdasarkan data Dinas Kesehatan per Juni 2025, terdapat 461 bidan aktif di Landak yang tergabung dalam IBI, tersebar di puskesmas, rumah sakit, dan praktik mandiri.
Pemerintah daerah, kata Bupati, menerapkan sistem reward and punishment bagi tenaga kesehatan. Bidan yang memenuhi indikator kinerja akan mendapat tunjangan tambahan penghasilan dan jasa pelayanan, sedangkan yang tidak aktif tidak akan menerima tunjangan tersebut.
Harapan dan Komitmen
Ketua IBI Landak, Liska Karnika, menegaskan bahwa Muscab dan perayaan HUT IBI ke-74 bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan dan semangat pengabdian.
“Tanpa kehadiran bidan, banyak perempuan dan anak-anak mungkin tidak memperoleh hak kesehatan secara layak,” ungkap Liska. Ia mendorong seluruh anggota untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, dan menjalin kemitraan demi menciptakan generasi Landak yang sehat, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Rilis.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).