-->

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Serukan Aksi Global Lawan Agresi Israel di Masjid Al-Aqsha

Foto, Masjid Aqsa (foto istimewa).
(BOGOR), WARTALANDAK.NET
— Penyerbuan Masjid Al-Aqsha oleh lebih dari 3.000 pemukim ilegal Israel pada 3 Agustus 2025 memicu kecaman keras dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah). Aksi tersebut dikawal ketat aparat kepolisian dan militer Israel serta dipimpin langsung oleh Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir.

Dalam pernyataan resmi, Sabtu (9/8/2025), Hizbullah menilai peristiwa ini sebagai bentuk “terorisme negara” yang menunjukkan sifat brutal dan tidak berperikemanusiaan pemerintah Zionis Israel. Penyerbuan tersebut disebut tidak hanya menodai hak umat Islam, tetapi juga menantang nilai keadilan dan kemanusiaan dunia.

Hizbullah menegaskan, tindakan Israel di Al-Aqsha hanyalah bagian dari deretan kejahatan yang telah mereka lakukan: perampasan tanah Palestina, pembunuhan massal, genosida di Gaza, hingga kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan.

Imam Jama’ah Muslimin, Syaikh Yakhsyallah Mansur, menyerukan agar pemimpin dunia mengambil langkah tegas: mengucilkan Israel dari pergaulan internasional, membawa para pejabatnya ke Mahkamah Internasional, serta memberlakukan boikot ekonomi secara luas.

Organisasi tersebut juga mendesak penghentian hubungan diplomatik dan normalisasi dengan Israel. Lembaga-lembaga internasional seperti PBB, OKI, Uni Eropa, dan Liga Arab diminta menghentikan sikap pasif dan segera bertindak nyata.

“Kepada rakyat Palestina, kami menyerukan agar terus bersatu membela kehormatan Masjid Al-Aqsha. Kepada pemerintah Indonesia, kami mendukung penuh sikap konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ujar Yakhsyallah.

Hizbullah juga mengajak seluruh umat Islam di dunia memperkuat persatuan sebagai kunci datangnya pertolongan Allah untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha.

Rilis.

Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).

Share:
Komentar

Berita Terkini