Foto, Wakil Bupati, Erani, ST MT, buka Diklat Akses dan Literasi Keuangan Angkatan II serta Diklat Akses Pemasaran. (dok Ya' Syahdan).
(NGABANG), WARTALANDAK.NET – Pemerintah Kabupaten Landak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggelar Diklat Akses dan Literasi Keuangan Angkatan II serta Diklat Akses Pemasaran. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Bupati Landak, Erani, ST, MT, pada Senin malam (11/8/2025) di Hotel Grand Landak, dan akan berlangsung selama empat hari hingga 14 Agustus 2025.
Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kabupaten Landak. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas pengusaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Erani menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, terutama Kementerian UMKM Republik Indonesia yang telah memberikan alokasi anggaran khusus untuk pemberdayaan UMKM di Landak. Ia menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan.
“Sebagus apapun kegiatan ini, jika kita tidak fokus dan bersungguh-sungguh, maka hasilnya tidak akan maksimal. Kabupaten ini adalah rumah kita bersama, semua harus merasa memiliki dan berkontribusi,” ujarnya.
Erani juga menyoroti salah satu tantangan utama UMKM, yaitu pemasaran. Menurutnya, banyak pelaku usaha mampu memproduksi barang berkualitas, namun kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta memperoleh informasi, keterampilan, dan strategi baru untuk memperluas jangkauan produk mereka.
Perwakilan Kementerian UMKM RI, Muhammad Irsan Ali, ST, MM, selaku Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi, turut memberikan arahan. Ia mengajak para peserta untuk melihat diri mereka bukan sekadar “pelaku” UMKM, tetapi sebagai “pengusaha” yang sejajar dengan sektor menengah dan besar.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi masuk dalam rantai pasok industri. Banyak komoditas unggulan daerah yang bisa diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti olahan kelapa, cokelat, cabe, dan karet. Bahkan, kami menginisiasi produksi minyak makan merah dari kelapa sawit, yang memiliki kandungan gizi lebih tinggi,” jelasnya.
Irsan juga menyampaikan bahwa Kementerian UMKM tengah mendorong keterlibatan sektor ini dalam berbagai bidang prioritas, termasuk ketahanan pangan, pembangunan perumahan rakyat, serta koperasi desa. Ia berharap UMKM di Landak dapat menjadi champion product yang mewakili daerah di tingkat nasional.
Kabupaten Landak menjadi salah satu daerah di Kalimantan Barat yang mendapatkan dukungan program dari Kementerian UMKM. Menurut Irsan, tidak semua kabupaten/kota memperoleh kesempatan tersebut, sehingga Landak harus memanfaatkannya secara optimal.
Pelatihan ini mengusung pendekatan kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pihak swasta. Materi yang diberikan meliputi manajemen keuangan, strategi pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga peluang masuk ke rantai pasok industri.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Landak berharap pelaku UMKM dapat memperkuat daya saing, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak pengetahuan yang kita dapat, tetapi sejauh mana itu bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah,” pungkas Erani.
Penulis Ya' Syahdan.