(NGABANG), WARTALANDAK.NET— Menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember, Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak kembali turun ke lapangan untuk menggelar kampanye anti korupsi. Pada Selasa (2/12/2025), tim Kejari Landak menyambangi Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Landak untuk membagikan brosur serta memberikan edukasi mengenai pentingnya peran publik dalam pencegahan korupsi.
Kegiatan ini dipimpin oleh jajaran Bidang Intelijen Kejari Landak, yakni:
- Erwin Agus Widiyanto, S.H. – Kasubsi I Intelijen
- Richardo, S.H. – Kasubsi II Intelijen
- Cihur Bindu Klexton Ujung
- Wiken Ayu Lerian
- Edward Lambok Marihot Manurung, S.H.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala SALUT Landak, L. Sahat Tinambunan, S.E., M.M.
Dalam kesempatan itu, Erwin menyampaikan bahwa kegiatan kampanye bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk tindak pidana korupsi yang masih kerap terjadi di berbagai lini.
“Korupsi bukan hanya soal kerugian negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik dan menghambat pembangunan. Melalui kampanye ini kami ingin masyarakat lebih sadar, lebih berani, dan lebih peduli untuk melaporkan setiap dugaan korupsi,” jelasnya.
Brosur yang dibagikan memuat penjelasan tentang berbagai praktik korupsi seperti suap, penggelapan, gratifikasi, dan nepotisme. Di dalamnya juga tersedia QR code pelaporan langsung kepada Kejaksaan serta QR code survei layanan sebagai sarana umpan balik bagi masyarakat.
Sahat Tinambunan mengapresiasi langkah proaktif Kejari Landak.
“Edukasi seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan masyarakat dan memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan Hakordia 2025 ini, Kejari Landak berharap sinergi antara masyarakat, institusi pendidikan, dan aparat penegak hukum semakin kokoh, sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih efektif. (Rilis).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
