PPWI diwakili langsung oleh Ketua Umum Wilson Lalengke dan Wakil Ketua III Dewan Pengurus Nasional PPWI, Abdul Rahman Dabbousi. Dalam pertemuan tersebut, PPWI menyampaikan apresiasi atas sambutan Kedutaan Besar Aljazair serta menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui kerja sama di bidang pemberitaan, pendidikan, serta kegiatan sosial dan budaya.
Silaturahmi ini menjadi wadah diskusi awal untuk merancang berbagai program kolaboratif, di antaranya pertukaran informasi dan liputan lintas negara, pengenalan budaya masing-masing bangsa, serta pelatihan dan pendidikan bagi warga Indonesia dan Aljazair. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah rencana kunjungan muhibah dan program home-stay antarmasyarakat sebagai sarana mempererat hubungan di tingkat akar rumput.
Duta Besar Aljazair, Dr. Abdelouahab Osmane, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai pertemuan dengan PPWI sebagai langkah penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat antara masyarakat sipil Indonesia dan Aljazair. Menurutnya, kerja sama sosial budaya dan pendidikan dapat menjadi pintu masuk bagi hubungan yang lebih luas, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan.
Sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama, kedua pihak saling bertukar kartu nama. Ketua Umum PPWI juga menyematkan PIN PPWI kepada Dubes Aljazair sebagai tanda persaudaraan dan kebersamaan.
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menegaskan bahwa diplomasi masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan bilateral. “PPWI percaya bahwa masyarakat sipil dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun persahabatan antarbangsa. Kami siap menjadi mitra komunikasi dan kolaborasi antara Indonesia dan Aljazair,” ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya kerja sama berkelanjutan yang berbasis pada nilai persaudaraan, saling pengertian, dan partisipasi aktif masyarakat kedua negara. (TIM/Red).
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
