(NYANYUM, KUALA BEHE), WARTALANDAK.NET– Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengambil langkah tegas menyusul temuan lauk ayam berulat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 13 Nyanyum. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Karolin menyampaikan apresiasinya kepada pihak sekolah yang sigap melakukan pengawasan dan melaporkan temuan makanan tidak layak konsumsi tersebut. Menurutnya, keterbukaan sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan bagi para siswa.
"Saya mengapresiasi kepala sekolah dan para guru yang berani melaporkan kejadian ini. Jangan takut menyampaikan temuan di lapangan. Pemerintah daerah akan mendukung penuh upaya menjaga kesehatan anak-anak," ujar Karolin, Minggu (14/6/2026).
Kasus tersebut mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan proses pemeriksaan lauk ayam goreng yang dibagikan kepada siswa. Dalam video itu, ditemukan ulat pada daging ayam yang telah disajikan. Beberapa siswa juga disebut enggan mengonsumsi makanan tersebut karena mencium aroma tidak sedap.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak langsung melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan dua dapur yang terkait dengan temuan tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Karolin mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sembilan dapur penyedia makanan program MBG di Kabupaten Landak yang belum mengantongi sertifikat tersebut. Ia meminta seluruh pengelola dapur segera memenuhi standar yang telah ditetapkan.
"Masalah higienitas tidak bisa dianggap sepele. Seluruh penyedia harus segera mengurus sertifikasi dan memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan," tegasnya.
Karolin juga mengingatkan para penyedia makanan agar tidak hanya berorientasi pada target distribusi, tetapi turut memperhatikan kualitas bahan pangan dan kebersihan proses pengolahan.
Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan makanan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Karena itu, setiap kelalaian yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa tidak dapat ditoleransi.
Pemerintah Kabupaten Landak, lanjut Karolin, akan meningkatkan pengawasan dan melakukan inspeksi berkala terhadap seluruh dapur penyedia MBG. Jika ditemukan pelanggaran serupa, pihaknya tidak akan ragu merekomendasikan penghentian kerja sama dengan penyedia yang bersangkutan.
"Kami akan bertindak tegas terhadap penyedia yang mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam program ini," pungkasnya.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
