-->

Kasus Pencurian di Landak Tinggi, Selama Tahun 2018



(NGABANG), WARTALANDAK. NET- Kapolres Landak AKBP. Bowo Gede Imantio, melaksanakan  Konferensi Pers akhir tahun 2018, di BKPM (Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat) Mapolres Landak, Senin (31/12/2018) siang.

Dalam paparanya Kapolres menyatakan crime indeks kasus menjol tahun 2017 banding tahun 2018 pada 5 jenis kejahatan yaitu anirat, cubis, curat, curas, curanmor dan lakalantas. Dimana pada tahun 2017 kasus anirat laporan masuk 3 dan selesai 5 persentase  166 %. Sedangkan pada tahun 2018 laporan 1 selesai 1 persentase  100 %.

Kemudian cubis laporan 13 dan selesai 4 peresenatse mencapai 31 % pada tahun 2017. Masuk pada tahun 2018 cubis laporan 8 dan selesai 10 presentase kebrhasilan 125 %.

Jenis kejahatan berikutnya curat pada tahun 2017 laporan 41  dan selesai 49 persentase 119 %. Sedangkan pada tahun 2018 laporan 39 selesai 48 dan peresnase 106%.

Masuk pada curas, kapolres menyataakan pada tahun 2017 laporan 5 dan selesai 2 persentase  40 %. Ditahun 2018 curas laporan 1 dan selesai 1 persentase 100%

Selanjutnya kata kapolres kasus menonjol adalah curanmor, pada tahun 2017 laporan ada 12 dan selesai 2 persentase 17%. Masuk ditahun 2018 laporan 21 selesai 10 persentase  48 %.

Kemudian lakalantas pada tahun 2017 laporan 69 selesai 61 persentase 88,41 %, dan pada tahun 2018 laporan 62 selesai 35 pesentase 58,06 %.

“Ini artinya dari anirat, cubis, curat dan curas  jumlah relatif lebih tinggi dari 2017. Atensi kita pada curanmor dari 12 menjadi 21.  Ada peningkatan yang tinggi sebanyak 17 %. Yang lain-lain cukup menurun,  “ jelas kapolres.

Daerah yang paling tinggi kasusnya, lanjut kapolres adalah Kecamatan Nagabang.

Upaya yang dilakukan penekanan dalam penurunan kasus di wilayah Polres Landak, adalah memerlukan komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat . Disatu sisi masyarakat mengamankan dirinya, dan satu sisi masyarakat amankan barangnya, dan lingkungannya.

“Ini juga setara dengan program provinsi, yang akan digulirkan seluruh kabupaten dengan adanya desa mandiri dan polsek sebagai pelindung terdepan hargamtibmas,” jelasnya.

Di Kabupaten Landak sendiri, tambah kapolres desa mandiri adalah Desa Hilir Kantor dan Desa Hilir Tengah yang ada pos pengamanan atau pos kamling. Demikian juga penyertaan Babinkamtibmas berkaitan dengan kegiatan masyarakat yang bisa dikerjakan dalam progam problem server, menjadi kegiatan dengan  harapan aktif dalam hal kegiatan di lingkungan masyarakat menjadi polot projec bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Landak. Sehingga secara prentif dan preepentif  lebih terwujud     dengan pekerjaan yang bisa dikomunikasikan.

Sementara itu untuk penegakan hukum, berusaha tetap menyelesaikan kasus yang dilaporkan ke polisi,    dengan melakukan kegiatan kegiatan represif dengan upaya  penegakan hukum yang dijalankan.

Kasus menurun, tambah Kapolres adalah anirat dari 3 menjadi 1, cubis dari 13 menjadi 8, curat dari 41 menjadi 39 dan curas dari 5 menjadi 1. “Kasus-kasus ini yang menurun,” beber kapolres.

Menyikapi hala ini, kapolres berkomitmen, Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 menjadi suatu koreksi buat polisi yang sudah baik, kedepan harus dipertahakan dan ditingkatkan.

”Kita berharap di tahun 2019 kajeadian-kejadian  yang menonjol ini menjadi tren berkurang dan masyarakat menjadi lebih aman, dan krdepan harus ada terjalin komunikasi yang lebih baik, “ ungkapnya.

Kasus-kasus yang belum terseleaikan pada tahun 2018, ditahun 2019 akan diselesaikan, tidak ada kasus yang sifatnya berhenti belum terungkap.


Dikita itu ada kasus dalam penyelidikan. Selama belum  bisa  terungkap itu terus dilakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim.  Bila sudah ada titik terangnya, kita  mengejar DPO dan melakukan pembuktian terhadap pasal-pasal tersangkaan kasus yang sudah kita yakini tersangka ada, dan kita  bisa dapatkan tersangkanya,” jelas Kapolres.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Syahdan

Share:
Komentar

Berita Terkini