(JAKARTA), WARTALANDAK.NET– Aqsa Working Group (AWG) menyampaikan rasa simpati dan solidaritasnya kepada Qatar setelah serangan rudal Israel menghantam ibu kota Doha pada Selasa (9/9). Dalam pernyataan resmi yang dirilis di Jakarta, Rabu (10/9), AWG menyebut tindakan militer Israel sebagai aksi teror pengecut yang bertujuan menggagalkan proses negosiasi gencatan senjata bagi rakyat Palestina di Gaza.
“Serangan terhadap kedaulatan Qatar merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” tegas AWG dalam pernyataannya.
Menurut laporan media internasional, Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan kompleks yang diyakini sebagai markas politik Hamas. Namun, lokasi itu disebut juga menjadi tempat berlangsungnya perundingan gencatan senjata. Ini merupakan pertama kalinya Israel melancarkan serangan langsung ke Qatar, negara yang selama dua tahun terakhir berperan sebagai mediator utama antara Israel dan Hamas.
AWG menilai, tindakan Israel yang didukung Amerika Serikat menunjukkan bahwa Tel Aviv bisa melancarkan operasi militer di negara manapun tanpa takut sanksi. Karena itu, AWG menyerukan agar Israel dan Amerika diadili sebagai penjahat perang di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Lebih jauh, AWG juga mengingatkan Qatar untuk tidak terus mengizinkan wilayahnya dijadikan pangkalan militer Amerika. “Serangan ini menjadi sinyal kuat bahwa kejahatan Israel bukan hanya ancaman bagi Palestina, tetapi juga bagi kedaulatan negara-negara lain,” ujar Presidium AWG, M. Anshorullah.
AWG menegaskan, teror dan serangan tidak akan mampu membungkam solidaritas dunia terhadap rakyat Palestina. Justru, menurut mereka, tindakan Israel akan semakin memantik kemarahan publik internasional dan memperkuat perlawanan.
Organisasi tersebut juga mendesak seluruh negara anggota PBB untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih menjelang tenggat September 2025 yang ditetapkan oleh Sidang Umum PBB setahun lalu. Resolusi itu menuntut Israel segera angkat kaki dari wilayah Palestina yang didudukinya.
“Jika jalur diplomasi kembali diabaikan, maka sudah seharusnya opsi militer dipertimbangkan,” tegas Anshorullah.
Sebagai catatan, AWG adalah lembaga yang berdiri sejak 2008 untuk menghimpun dukungan umat Islam dalam membebaskan Masjid Al-Aqsa dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Rilis.
Diterbitkan oleh Wartalandak.net (Ya' Syahdan).
